Marhaban Ya Ramadan Sebagai Tajuk Meningkatkan Kesalehan Sosial

Oleh : Ach. Jazuli123

Umat Islam menyambut bulan Ramadan dengan suka cita. Ramadan adalah bulan istimewa dari 12 bulan Hijriah yang menjadi patokan kalender dimulai saat Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah (Musnandar, 2013). Bulan Ramadan oleh masyarakat dikenal sebagai bulan puasa karena memang umat Islam diwajibkan melakukan “shaum” atau berpuasa sebulan penuh sebagai sarana untuk menjadi orang bertaqwa. Keistimewaan menjadi lengkap karena Al Quran kitab suci umat Islam diturunkan pada bulan ini. Al Quran merupakan petunjuk bagi umat Islam dalam hidup dan kehidupan. Tata cara hidup dan berkehidupan itu dalam konteks berinterkasi dengan manusia, lingkungan dan Sang Khalik telah dituntun-jabarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Puasa salah satu ibadah yang dicontohkan oleh beliau di bulan Ramadan disamping kegiatan ibadah lain seperti mengaji, tadarus Al Quran, salat taraweh, menunaikan zakat.

Ramadhan sering disebut sebagai bulan yang penuh keberkahan karena pada bulan ramadhan Allah SWT melipat gandakan pahala pada siapa saja yang mengerjakan amal saleh, tidak hanya pada ibadah puasanya dan salat malamnya, namun juga segala kebaikan yang kita lakukan akan Allah SWT lipat gandakan dibulan yang penuh keberkahan ini. Menyegerakan dalam berbukan merupakan fadhilah, dan melaksanakan sahur di malam harinya juga merupakan fadhilah (Mansur, 2020). Lebih dari itu, puasa ramadan yang dilakukan oleh setiap orang yang beriman, senantiasa tidak terasa berat, walaupun dikerjakan selama satu bulan lamanya, hal itu tentunya atas dasar spririt untuk menggapai ridha Allah SWT yaitu nilai derajat tertinggi di sisinya adalah ketaqwaan.

Secara hakekat segala ibadah yang dilakukan di bulan puasa bagi umat Islam merupakan sarana meningkatkan kualitas diri menjadi insan yang bertaqwa. Pengertian taqwa kalau ditafsirkan secara populer adalah taat pada Sang Khalik serta bermanfaat bagi sesama dan lingkungan. Dalam konteks kehidupan sosial konotasi taqwa dapat dipahami sebagai manusia yang memiliki etos kerja dan kepedulian tinggi, sungguh-sungguh serta memiliki rasa tanggungjawab yang besar terhadap kehidupan sosial.

Ketaqwaan seseorang dapat berbanding lurus dengan kemampuan mengelola unjuk peranannya dalam kehidupan sosial pada tingkat yang optimal (maximize social work achieved). Bagi orang bertaqwa tiada hari tanpa melakukan perbuatan yang menghasilkan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Dalam konteks ini peran kecakapan insaniyah—popular disebut soft skils memiliki nilai konstribusi signifikan dalam meningkatkan daya peka sosial yang tinggi.

Kita semua maklum bahwa di Negara ini sumber daya insani banyak yang berkualitas secara intelektual. Sudah demikian banyak generasi kita berhasil menjuarai dan berprestasi berbagai kompetisi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Tidak terhitung penghargaaan internasional diraih generasi kita di forum-forum dunia yang mengakui akan keunggulan intelektualnya. Pada pokoknya sumber daya insani Indonesia secara akademik dan teknikal cukup diakui. Namun yang menjadi pertanyaan mendasar adalah mengapa keunggulan-keunggulan akademik (hard skills) tersebut belum mampu menaikkan derajat kesejahteraan rakyat kebanyakan di negeri ini—Indonesia? Masih banyak orang miskin di Republik ini. Jikalau memakai ukuran kemiskinan PBB yang mematok pendapatan perkapita 2 dolar AS /hari atau setara Rp 600 ribu/bulan, maka jumlah orang miskin di Negara yang kaya raya ini masih lebih separo dari jumlah penduduk berjumlah sekitar 240 juta jiwa. Suatu angka kemiskinan yang besar untuk sebuah Negara yang memiliki kekayaan alam luar biasa.

Kendati fakta-fakta tentang kecerdasan intelektual yang sangat diunggulkan bagi pemecahan masalah kehidupan sebagaimana telah dipaparkan, sedemikian meluas, tetapi dapat diamati dalam kehidupan nyata sehari-hari betapa bangsa kita yang memiliki kemampuan akademik dan intelektual tinggi masih tidak mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Sebagian mereka malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini masyarakat dan bangsa Indonesia sering dilanda berbagai persoalan seperti bencana alam, korupsi, kerusuhan, kelaparan, wabah penyakit, dan berbagai peristiwa getir lainnya. Persoalan bangsa seharusnya dapat ditangani dengan arif bijaksana dan bertanggung jawab oleh setiap bangsa dengan daya peka terhadap kehidupan bersosial. Namun, kenyataan lapangan berbicara lain, kepekaan sosial para tokoh dan masyarakat itu masih rendah.

Marhaban Ya Ramadan

Bulan puasa bagi umat Islam merupakan tempaan untuk meningkatkan kualitas diri khususnya mempertajam kepekaan sosial, disiplin dan taat azas, motivasi, prakarsa, ikhlas merupakan inti dari kecakapan insaniyah atau lebih popular dengan sebutan soft skills. Ibadah puasa, sholat, zakat dan ibadah lainnya di bulan Suci ini jikalau dijalankan dengan penuh kerendahan hati (tawadhu) akan membawa pribadi Muslim yang kokoh kecakapan lunaknya (soft skills) (Adha, 2019). Apabila seorang Muslim benar-benar memahami dan menghayati dengan baik akan manfaat Ramadan bagi peningkatan kualitas dirinya, maka orang tersebut akan melengkapi hard skills yang dimiliki dengan softs kills. Kedua kecakapan tersebut merupakan bangunan keberhasilan. Sebagai orang yang bertaqwa tidak akan mengenal putus asa, pesimis, malas atau selalu mengeluh.

Sebagai kawah candra dimuka bulan puasa merupakan momen penting bagi bangsa ini untuk mencanangkan kembali niat untuk membenahi persoalan-persoalan yang ada di depan mata dan sebagian besar tentunya merupakan juga tanggung jawab umat Islam. Dengan meluruskan niat bahwa apa yang kita kerjakan merupakan ibadah yang akan diberikan balasan atau ganjaran- Nya di dunia dan di akhirat kelak, maka kesejahteraan hidup akan segera kita raih. Hal ini akan berhasil apabila umat Islam yang mayoritas di bumi pertiwi ini memberikan teladan dengan baik dan meyakini manfaat ramadan dalam membentuk jiwa individu yang bertaqwa. Bila taqwa kita raih maka manfaat akan dirasakan tidak hanya bagi diri kita tetapi juga orang lain dan lingkungan disekitar.

Sebagai mayoritas umat Islam wajib memberikan teladan melalui akhlak terpuji yang dicontohkan Nabi. Tersurat dalam Al Quran bahwa Nabi Muhammad memiliki akhlak yang mulia dan agung (QS Al-Qalam: 4) (Syaifuddin, 2020). Akhlak terpuji dicontohkan Nabi seperti membantu sesama manusia dalam kebaikan, kebajikan, memuliakan tamu, menghormati orang lain, menghindari permusuhan/pertengkaran, menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, bermusyawarah dalam segala urusan untuk kepentingan bersama. Sebaliknya, akhlak tercela sangat dibenci dan tentu bukan merupakan tingkah laku yang diajarkan oleh agama (Islam). Contoh akhlak tercela yang sering mengemuka di negeri ini adalah pemaksaan kehendak sekelompok masyarakat dalam bentuk tekanan bahkan kekerasan. Perbuatan tercela semacam ini dipastikan berasal dari orang yang bermasalah dalam keimanan. Akhlak buruk merupakan manifestasi dari sifat-sifat syaitan dan iblis dengan tugas utama dan satu-satunya untuk menjerumuskan manusia di dunia ini agar berperilaku menyimpang tidak sejalan koridor ajaran agama (Musnandar, 2013)

Oleh karena itu kehadiran bulan suci Ramadan ini diharapkan merupakan momen penting bagi umat Islam untuk mengoreksi dirinya agar meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah dan mewujudkan kesalehan sosial melalui akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela. Apabila Ramadan telah lewat sementara kualitas insaniyah kita masih belum ada perubahan berarti, maka dipastikan kita telah menyia-nyiakan momentum bulan Suci ini. Sebalilknya, jika kualitas kecakapan insaniyah kita semakin baik, maka diri kita insya Allah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang meraih kemenangan. Semakin banyak bangsa ini yang memperoleh kemenangan semakin baik pula karakter bangsa ini, sehingga kualitas bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita dapat lebih baik lagi. Marhaban Ya Ramadan, 1444 H.

1. Mahasiswa Pascasarjana UNISMA Malang

2. Pegiat Komunitas Ghai’ Bintang

3. Guru SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep

 

 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.