Penyambutan Siswa, Apa Urgensinya?
By: Ramli
Penyambutan siswa adalah salah satu program di SD Integral Luqman Al-Hakim Sumenep. Dalam prakteknya, masing-masing guru dibuatkan jadwal piket penyambutan siswa oleh pengelola sekolah. Guru yang mempunyai jadwal piket penyambutan siswa diwajibkan datang ke sekolah lebih awal atau lebih pagi dari guru yang lain. Untuk hari Senin, guru yang punya jadwal piket penyambutan, jam 06.45 WIB harus sudah berada di sekolah. Sedangkan guru yang punya jadwal piket hari Selasa sampai Jumat, mereka harus sudah berada di sekolah pukul 07.00 WIB.
Dalam jaringan sekolah integral atau jaringan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) yang digagas oleh Hidayatullah, kegiatan penyambutan siswa semacam itu adalah hal yang lumrah dilaksanakan. Setiap sekolah yang terjaring dalam PIBT Hidayatullah, akan menerapkan program penyambutan siswa di masing-masing sekolah mereka. SD Integral Luqman Al-Hakim Sumenep, sebagai salah satu sekolah yang terjaring dalam PIBT Hidayatullah Jawa Timur, juga ikut menerapkan tradisi tersebut. Setiap pagi, guru-guru yang mempunyai jadwal piket penyambutan siswa, mereka sudah standby (bersiap) dipintu masuk sekolah untuk menyambut kedatangan siswa. Lalu apa urgensinya program ini terhadap sekolah, lebih-lebih bagi siswa yang menjadi pusat pembelajaran dan penerima layanan sekolah?
Dalam pandangan penulis, setidaknya ada empat manfaat dari dilaksanakannya program tersebut. Pertama, program ini diharapkan bisa melahirkan kesan baik dan kepercayaan wali murid terhadap sekolah. Mereka percaya bahwa anak-anak mereka akan senantiasa mendapatkan layanan pendidikan yang baik dari para guru di sekolah ini. Hal itu tercermin dari sikap dan perhatian para guru saat menyambut kedatangan anak-anak mereka. Di mana dalam menyambut kedatangan siswa, para guru dituntut untuk menunjukkan sikap perhatian dan kasih sayang kepada setiap siswa yang datang.
Kedua, selain bisa melahirkan kesan yang baik dari wali murid, program ini insyaallah akan memberi kesan yang baik juga kepada siswa. Dengan kesan yang baik itu, diharapkan mereka merasa nyaman dalam belajar di sekolah ini. Perasaan nyaman ini adalah modal penting bagi mereka untuk selanjutnya bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, sehingga mereka bisa menyerap materi pelajaran dengan maksimal.
Ketiga, program penyambutan siswa ini memuat pembelajaran moral atau akhlak. Pembelaran moral yang dapat diambil dari program penyambutan siswa ini adalah sikap penghargaan guru kepada peserta didiknya. Dengan program ini siswa diajari dan dicontohkan oleh guru mereka bagaimana menghargai orang lain, lebih-lebih terhadap mereka yang menjadi murid di sekolah ini. Pembelajaran menghargai orang lain ini, diharapkan juga bisa diterapkan dalam kehidupan mereka. Selain itu, pembelajaran ini juga diharapkan bisa melahirkan sikap hormat dalam diri mereka terhadap guru dan orang yang lebih tua seperti orang tua mereka dan lain sebagainya.
Keempat, program penyambutan siswa ini bisa menjadi sarana bagi guru yang punya tugas piket penyambutan untuk ikut mengontrol dan mengingatkan performance siswa. Guru bisa mengontrol bagaimana kelengkapan atribut siswa dan juga kerapian mereka, seperti kerapian kuku, rambut dan lain sebagainya. Jika ini terus dilakukan, insyaallah karakter rapi dan bersih yang dibangun di sekolah ini akan dapat terwujud.
Oleh karena itu, mengingat urgensinya program penyambutan siswa ini, maka tidak ada alasan bagi kita semua sebagai guru di sekolah ini untuk tidak maksimal apalagi tidak mau melaksanakan program tersebut. Jika kita sama-sama menganggap bahwa program ini penting, saya yakin kita akan selalu menemukan cara untuk melaksanakannya dan membuat program itu berhasil atau terlaksana dengan maksimal. Sebaliknya, jika kita menganggap bahwa program ini kurang atau bahkan tidak penting, kita akan sangat mudah menemukan alasan untuk tidak melaksanakannya.
*Penulis adalah pendidik di SD Integral Luqman Al-Hakim Sumenep


Facebook Comments